Latest Updates
Showing posts with label kristen. Show all posts
Showing posts with label kristen. Show all posts

BEBAN YANG MELEKAT

BEBAN YANG MELEKAT

Apakah jari Anda pernah terkena lem super atau cat minyak? Anda akan mendapati bahwa apa yang tampaknya mustahil untuk dihilangkan ternyata dapat disingkirkan dengan solusi yang tepat.

Memang demikianlah beban hidup. Salah satu anak bimbing saya mengirim e-mail dan meminta saya mendoakannya. E-mail itu berbunyi, "Saya tidak mampu menyingkirkan beban i

ni. Ini adalah sesuatu yang tidak mampu saya serahkan kepada Allah. Saya sangat sedih karenanya. Saya tahu bahwa saya harus menyerahkannya kepada-Nya dan diubahkan. Saya benar-benar membutuhkan kekuatan dari Allah untuk melepaskan diri dari beban itu. Saya sadar bahwa pengampunan Allah dapat menyucikan saya jika saya mau. Saya hanya perlu memutuskan untuk mau melepaskan beban itu."

Saya menanggapi, "Sukacita kehidupan kristiani adalah tahu bahwa Allah dapat mengendalikan apa pun yang kita serahkan kepada-Nya .... Namun pada saat yang sama, beban besar kehidupan kristiani adalah bahwa kita -- individu yang lemah dan tanpa daya ini -- bergantung pada masalah yang patut kita serahkan kepada Allah. Kita semua tahu rasanya berada dalam kondisi seperti ini."

Dosa dan kekhawatiran kita, besar maupun kecil, tampaknya melekat pada diri kita seperti lem super. Solusinya? Kita harus melepaskan beban itu dari tangan kita dan meletakkannya di pundak Allah. Alkitab menyatakan, "Serahkanlah khawatirmu kepada Tuhan, maka Ia akan memelihara engkau!" (Mazmur 55:23)

Mengapa kita membawa-bawa beban yang melekat itu?

Allah mengerti beban dan salib kita,
Perkara yang melukai, pencobaan dan kerugian kita,
Ia memedulikan setiap jiwa yang berseru,
Dan menghapus air mata mereka yang tersedu.

ALLAH MEMINTA KITA UNTUK
MENYERAHKAN BEBAN YANG MEMBEBANI KITA DI PUNDAK-NYA


CARA MENAMBAHKAN ALKITAB BAHASA INDONESIA PADA EASYWORSHIP

CARA MENAMBAHKAN ALKITAB BAHASA INDONESIA PADA EASYWORSHIP
SAIL7OCEAN - Easyworship adalah sebuah program yang sedang marak digunakan untuk pelayanan. Pada program ini terdapat banyak versi bahasa untuk Alkitab. Nah untuk menambahkan Alkitab Bahasa Indonesia pada Easyworship Anda, berikut caranya:

CARA MENAMBAHKAN ALKITAB BAHASA INDONESIA DI EASYWORSHIP 

Cara menambah alkitab bahasa indonesia:
1. buka easyworship
2. Klik pada toolbar “Scriptures” (Sebelah kiri, dibawah schedule)
3. Pada bagian bawah terdapat kumpulan versi alkitab (ASV,HCSB, dll), klik tanda panah ke bawah.





4. Klik install bible from disk

5.  Cari letak file tb.ewb dan klik..

Tapi tentu saja, Anda harus mendownloadnya terlebih dahulu...

Klik DISINI untuk mendownloadnya...

SEMOGA BERMANFAAT.. TERIMA KASIH...


BERTEMU YESUS

2 Korintus 5 : 15
Dan Kristus Telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka.


Seorang Pianis terkenal Arthur Rubenstein, yang merupakan keturunan Yahudi Amerika, suatu hari bertemu dengan PM Israel, Golda Meier. Pertemuan itu ditayangkan langsung melalui TV Nasional. Ketika itu PM Meier bertanya kepadanya , " Apakah peristiwa terpenting dalam hidupmu?" Arthur menjawab , " Hal terpenting dalam hidupku adalah saat aku menerima Yesus Kristus dalam hatiku secara pribadi. Sejak saat itu hidupku berubah. Aku merasakan sukacita dan damai sejahtera yang luar biasa." Jawaban itu membuat PM Meierterkejut dan tersandar pada kursinya, termasuk ribuan penonton yang menyaksikan tayangan tersebut. 
Perjumpaan dengan Yesus membuat kehidupan seseorang berubah menjadi lebih baik. Maria Magdalena si perempuan sundal, Matius si pemungut cukai, Nikodemus si pemimpin Agama yang bigung, Petrus si nelayan yang plin-plan, Paulus si penganiaya jemaat ; mereka diubahkan mejadi ciptaan baru yang mengasihi dan melayani Tuhan sepenuh hati.
Tahukah Anda bahwa di luar Tuhan hidup kita tidak lah berarti banyak? Mungkin saja kita mendapatkan apa yang Tuhan tawarkan, tapi tanpa Tuhan, semua itu tidak banyak faedahnya. Hanya di dalam Dialah terletak segala kekayaan kehidupan kita masa kini dan massa depan. Bahkan ketika kita nantinya berpulang ke rumah Bapa sorgawi.
Semua yang didapatkan diluar Tuhan selau mendatangkan kehampaan dalam jiwa.



adsensecamp

Pengampunan di Tengah Pengkhianatan Tanpa Akhir

Pengampunan di Tengah Pengkhianatan Tanpa Akhir



Hari Minggu enaknya posting kesaksian yang membawa damai sejahtera...

Kisah Nyata dan Kesaksian Kristen |
Sail7Ocean - Bagaimana rasanya seorang wanita yang tengah hamil tua ditinggal pergi karena sang suami sudah kepincut dengan wanita lain? Dan yang lebih parah lagi, Masta akhirnya harus menghidupi delapan orang anaknya sendirian.

Hanya dalam satu kali pertemuan, Masta sudah terpikat dengan janji manis seorang pria. Tanpa pikir panjang, ia pun mengiyakan sebuah ajakan untuk kawin lari. Bagi orangtua Masta sendiri, kekecewaan menyelimuti hati mereka. Apalagi sebagai orangtua, mereka sama sekali tidak hadir dan dimintai restu terlebih dahulu. Mereka pun hanya dapat menangis menerima kenyataan ini.

Seperti membeli kucing dalam karung, Masta tak pernah menyangka sikap manis sang suami ternyata palsu. Setelah dua tahun bersama, sifat asli sang suami mulai terlihat. Masta selalu merasa curiga terhadap tingkah laku suaminya karena setiap malam ia tidak pernah pulang ke rumah. Dari adik ipar suaminyalah Masta mengetahui kalau suaminya memiliki rencana untuk menikah lagi. Masta sangat terpukul mendengar kabar itu. Apalagi kondisi Masta sendiri sedang hamil tua saat itu.

Rasa penasaran tiba-tiba membakar hati Masta. Pagi-pagi saat suaminya pulang, Masta diam-diam berniat datang ke rumah wanita yang hendak merebut suaminya. Tanpa diketahui Masta, suaminya ternyata mengikuti dirinya dari belakang. Namun setibanya di sana, wanita selingkuhan suaminya tidak ada di sana. Merasa dipermalukan, suami Masta langsung menyeret Masta pulang. Tidak hanya sampai di situ, pukulan dan tamparan pun diterima Masta yang sedang hamil besar. Bahkan suaminya dengan tegas bermaksud menceraikan Masta saat itu juga. Hati Masta sangat pedih namun ia hanya dapat menangis.

Campur tangan orangtua Masta mampu menyelesaikan permasalahan mereka untuk sementara waktu. Niat untuk menceraikan Masta pun urung dilakukan. Permintaan orangtua Masta yang menentang perceraian mampu meredam nafsu sang suami.

Kelahiran anak pertama mereka seakan menghapus segalanya. Keadaan itu bertahan sampai Masta dikaruniai lima orang anak. Sampai sebuah kabar dari Jakarta membuat Masta mengambil sebuah keputusan penting. Ia memutuskan untuk pindah ke Jakarta. Mendengar kabar itu, anak-anak Masta menyambut dengan gembira. Padahal sebenarnya kabar buruklah yang Masta terima.

Masta menerima surat dari adik mertuanya yang tinggal di Jakarta dan mengatakan kalau suaminya ternyata suka main perempuan juga di sana. Kepindahan Masta dan anak-anaknya ke Jakarta menyusul suaminya tidak memperbaiki keadaan sama sekali. Seringkali Masta harus menerima perkataan-perkataan sinis yang penuh sindiran kepada dirinya. Suaminya sepertinya tidak menghargai keberadaan Masta dan anak-anaknya di sana. Sebagai seorang istri, Masta merasa menjadi istri yang tidak berharga bagi suaminya.

Untuk menambah penghasilan suaminya, Masta pun menjalankan usaha simpan pinjam. Dan dalam waktu satu setengah tahun, mereka sudah dapat memiliki rumah sendiri. Namun rumah itu tak bisa membawa kebahagiaan bagi Masta. Atas saran seorang saudara, rumah itu dijual untuk modal usaha.

Hingga sesuatu yang buruk pun terjadi. Salah satu anak mereka mengalami sakit sampai akhirnya meninggal dunia. Semuanya terjadi begitu cepat. Sepeninggal anak mereka, suami Masta pun semakin frustrasi. Tidak hanya ditinggal mati salah seorang anak mereka, pekerjaan pun ia tidak punya sedangkan hasil penjualan rumah yang dijadikan modal usaha pun tidak menghasilkan apa-apa. Semuanya terbuang sia-sia.

Kejadian itu sangat berdampak kepada sifat suami Masta. Terkadang ia sangat memanjakan anak-anaknya, namun tak jarang ia menjadi sangat kasar. Saat sedang marah, apapun yang ada di tangannya akan dipakai untuk memukul anak-anaknya. Masta benar-benar tidak berani membela anak-anaknya saat suaminya sedang marah. Namun saat suaminya sudah selesai memukul anak-anaknya, barulah Masta berani menasehati suaminya. “Terlalu keras kamu bapak sama anak-anak kita. Nanti mereka bawa akar pahit dari kamu,” ujar Masta pada suaminya.

Entah apa yang dipikirkan suaminya. Saat Masta melahirkan anak kedelapan, suaminya tega meninggalkan Masta dan anak-anaknya tanpa kabar. Masta hanya dapat berlutut kepada Tuhan karena Masta melihat ketujuh anaknya dan seorang bayi yang baru lahir, ia tak tahu bagaimana caranya harus bertahan menghidupi kedelapan anaknya seorang diri tanpa pekerjaan yang tetap. Belum lagi anaknya yang baru lahir, bagaimana mungkin Masta tega meninggalkannya untuk mencari nafkah? Masta datang kepada Tuhan dan menyerahkan hidupnya dan kedelapan anaknya sepenuhnya ke dalam tangan Tuhan.

Tepat di saat keputusasaannya, seseorang datang menolong Masta. Hamba Tuhan ini menasehati Masta supaya semakin dekat kepada Tuhan dan Masta diarahkan untuk menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat secara pribadi. Setelah menerima Yesus, Masta terus dibimbing di gereja dan Masta semakin dapat melihat kuasa Tuhan yang luar biasa. Hamba Tuhan ini juga mengajarkan Masta untuk berani melakukan apapun demi menghidupi anak-anaknya.

Demi menghidupi anak-anaknya, harga diri dan peluh tak lagi Masta perdulikan. Namun Masta tak pernah menyangka apa yang akan dialami anak pertamanya, James, saat berniat mencari ayahnya yang tak pernah pulang ke Sumatera. Suatu peristiwa pahit telah menantinya. James melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana ayahnya sedang bermesraan dengan wanita lain. Tak cukup sampai di situ, James harus mendapati kenyataan kalau sebenarnya ayahnya adalah seorang germo. Ia tidak hanya mencari wanita-wanita cantik untuk ditawarkan kepada para lelaki hidung belang, namun ia juga berzinah dengan para wanita itu.

Hal yang lebih menyakitkan lagi harus James terima saat ia mengajak ayahnya pulang. Dengan kasar ayahnya mengusir James untuk pergi, bahkan menyuruh James tidak lagi memanggilnya ayah, melainkan om. Di hadapan James dan para wanita itu, dengan lantang ia mengatakan bahwa dirinya tidak memiliki istri dan juga anak. Sebelum James pulang, ayahnya sempat mengancamnya untuk tidak mengatakan hal ini kepada ibunya atau James akan ia bunuh!!

Takut akan ancaman ayahnya dan juga takut akan kemungkinan ibunya yang akan bunuh diri jika mengetahui keadaan ini, James pun menulis surat kepada ibunya dan mengatakan kalau ia tidak dapat menemukan ayahnya. Namun Masta tidak percaya, bahkan ia semakin penasaran. Kalau memang suaminya sudah meninggal, paling tidak ia harus tahu dimana suaminya telah meninggal. Masta pun memutuskan untuk pergi sendiri mencari suaminya. Masta pun pulang ke Siantar.

Namun di sana, Masta hanya bertemu dengan adik suaminya. Karena tidak percaya, sesaat setelah meninggalkan rumah itu, Masta pun kembali ke rumah adik iparnya. Dan benar, suaminya ternyata sudah berada di sana. Saat itulah suaminya mengaku kalau di Siantar ada teman wanitanya yang begitu baik kepadanya dan memberikan modal untuk membuka bar di sana. Namun ia tidak menggambarkan wanita itu lebih jauh, hanya menyebutnya sebagai pelayan, pelayan yang dapat memodali dirinya membuka bar di Siantar. Padahal dirinya adalah germo dari wanita itu. Suaminya pun berjanji akan mengikuti Masta kembali ke rumah.

Namun janji hanyalah tinggal janji. Baru beberapa bulan saja, suami Masta kembali pergi. Untuk kesekian kalinya, hati Masta terluka. Namun di tengah kekecewaan dan kesedihannya, Masta tak berhenti berdoa untuk suami dan anak-anaknya.

Di lain tempat, suami Masta yang berniat hendak menjual bar miliknya mengalami penipuan dan hidup layaknya seorang gelandangan. Sampai keputusasaan mengingatkannya akan keluarganya. Penyesalan pun mulai menyelimuti hatinya saat ia mengingat segala perbuatan yang dilakukannya terhadap Masta, istrinya dan juga anak-anaknya. Dalam keadaan sakit, ia pun memutuskan untuk pulang, kembali kepada keluarganya.

Saat itu Masta sedang tidak berada di rumah. Ia sedang pergi bersama James, anaknya. Setibanya di rumah, Masta dan James tentu saja sangat terkejut melihat kehadiran orang yang selama ini telah menyia-nyiakan hidup mereka. Masta hanya bisa bengong di luar rumah, tidak berani melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah. Namun James, anaknya, serta merta berteriak kegirangan dan langsung memeluk ayahnya. Hati Masta pun dipenuhi kegalauan. Satu sisi, hatinya luluh melihat sikap anaknya yang begitu bahagia dapat melihat ayahnya kembali. Namun di sisi lain, Masta merasa tak sanggup menghadapi suaminya mengingat penghinaan yang telah diterimanya selama ini. Masta pun berseru kepada Tuhan agar pengampunan-Nya bisa mengalir dan ia bisa mengampuni suaminya sekali lagi. Apapun yang dikatakan Masta saat itu kepada suaminya ditanggapi dengan kemauan yang serius dari sang suami. Awal pemulihan pun terjadi saat itu di keluarga mereka.

“Tuhan begitu luar biasa. Apapun yang terjadi, Dia selalu melihat kita sebagai anak-anak kesayangan-Nya,” ujar Masta di sela-sela kesaksiannya.

Namun setelah beberapa tahun berlalu, sebuah rahasia akan terkuak lewat pengakuan sang suami. Dalam keadaan sakit parah setelah serangan jantung yang hebat, James mencoba mengajak ayahnya berbicara dari hati ke hati. Ia meminta ayahnya untuk mengakui dosa yang selama ini belum pernah mereka ketahui karena James sendiri merasa kalau ayahnya masih menyimpan rahasia di antara mereka. Saat itulah, ayahnya mengakui kalau Monaris, keponakan Masta, adalah anak dari hasil hubungannya dengan adik kandung Masta. Bagaikan tertimpa langit, seketika itu juga Masta jatuh pingsan. Ia benar-benar tak menyangka suaminya sanggup melakukan hal itu kepada dirinya. Adik kandungnya sendiripun sanggup mengkhianati dirinya. Apalagi suaminya telah menyimpan rahasia ini selama puluhan tahun karena saat pengakuan itu terjadi, Monaris telah berusia 19 tahun.

“Tuhan, ampuni suami saya Tuhan. Karena saat itu saya sudah mengenal Tuhan, saya hanya bisa berkata ampuni suamiku Tuhan. Sudah berumur 19 tahun anak ini, baru suami saya membuka rahasia aib ini kepada saya. Saat itu saya pingsan. Saya tidak dapat menerima kenyataan ini lagi. Tapi saya mengambil keputusan untuk mengampuni suami saya dan menerima Monaris sebagai anak saya sendiri. Walaupun kenyataan ini sangat pahit, tapi pasti Tuhan akan membuatnya menjadi sukacita buat saya,” kisah Masta dengan penuh keharuan.

Pengampunan dan kesabaran Masta perlahan-lahan mengubahkan sikap sang suami. Dengan cinta dan kesabaran, Masta terus merawat suaminya yang saat itu mulai sakit-sakitan. Setelah mengalami sakit yang berkepanjangan, 1 November 2002 suami Masta pun dipangil Tuhan untuk selamanya. Beberapa tahun kemudian, Masta kembali menemui adiknya. Saat itu juga hubungan antara Masta dan adiknya dipulihkan.

Kasih Yesus telah memulihkan hati Masta dan adiknya. Hingga kini, Masta dan anak-anaknya tak lagi hidup dalam kekecewaan.

“Saya bangga sekali memiliki mama seperti mama saya. Dia selalu berdoa sama Tuhan, agar keluarganya bisa selalu bersama dan berbahagia sekalipun mama selama hidupnya selalu menderita. Kalau saya pribadi sih sebenarnya hanya mengharapkan agar keluarga saya rukun-rukun saja. Tetap sayang sama mama walaupun Tuhan hanya memberikan seorang mama di sisi kami,” ujar Delima Sondang Samosir, salah seorang anak perempuan Masta.

“Saya sangat mengucap syukur kepada Tuhan Yesus karena anak-anak saya tidak membawa akar pahit dari kelakuan ayahnya. Saya mendapat pertolongan hanya dari Tuhan Yesus sendiri. Tidak ada unsur yang lain, hanya Tuhan Yesus sendiri yang menolong kami sekeluarga. Tuhan itu sangat baik bagi keluarga kami,” ujar Masta menutup kesaksiannya.

Sumber Kesaksian:
Masta br Simanjuntak (jawaban.com)





AMBITION OR AMBITIOUS ?

AMBITION OR AMBITIOUS ?
Persaingan ? Itu adalah hal biasa dalam
sebuah kelompok. Kadang juga
diperlukan untuk memacu kita
mengeluarkan kemampuan yang terbaik
dari diri kita. Yang terpenting adalah
jangan sampai persaingan ini jadi mempengaruhi hubungan pribadi
diantara setiap orang yang
bersangkutan. Tapi sayangnya, memang hubungan
inilah yang akhirnya menjadi taruhannya.
Bahkan tidak jarang kita tidak lagi perduli
siapa orang tersebut, tapi jika mereka
menghalangi langkah kita, maka sebisa-
bisanya kita akan melibas mereka dan menghilangkan mereka dari jajaran
tersebut.

Hal ini bisa terjadi dimana saja dan kapan
saja, dan berlaku untuk siapa saja. Persaingan bahkan tidak akan
memandang urusannya apa. Hal besar
atau kecil akan berlaku sama saja.
Kelompok besar atau kecil, semuanya
bisa terjadi. Yang paling berbahaya
sebagai akibat dari hal ini maka kita tidak akan pernah bisa mencapai yang
namanya ‘unity’ atau kesatuan. Melakukan hal yang baik tentu sangat
alkitabiah sifatnya. Bahkan Tuhan sendiri
mengajar kita untuk ‘melakukan semua
hal seperti untuk Tuhan, dan bukan untuk
manusia’ (Kol 3:23), jadi artinya bahwa
kita memang didorong untuk melakukan semua pekerjaan dengan ekselen dan
sempurna, karena Tuhan menyukai
kesempurnaan.

Jika di dalam prakteknya kita akan
menemukan bahwa kemampuan tiap
orang itu berbeda. Meskipun saya bisa
mengklaim bahwa saya sudah
memberikan yang terbaik dari diri saya,
jangan heran jika standar yang terbaik saya itu ternyata masih kalah jauh
dengan rekan kerja saya yang lain. Dan
itu bisa terjadi karena memang talenta
setiap kita berbeda, dan bagaimana kita
mengembangkan talenta itu juga
berbeda. Jadi, kita tidak usah menjadi marah atau tersinggung, tapi terus
lakukan yang terbaik itu untuk Tuhan,
bukan sekedar mendapat pujian dari
orang-orang sekitar kita. Sayangnya, meskipun kita mengenal
firman tersebut dengan baik, tapi kita
tetap saja mengharapkan pujian yang
nyata dan bisa terdengar dari orang-
orang sekitar kita, sehingga itulah yang
kemudian menimbulkan persaingan dan perselisihan diantara kita. Memiliki ambisi tentu diperlukan dalam
mencapai keberhasilan. Orang-orang
yang sama sekali tidak memiliki ambisi
akan memiliki kehidupan yang rata-rata,
karena biasanya mereka jadi tidak terlalu
mengupayakan untuk mencapai tujuan hidup mereka. Tapi, ambisi yang berlebihan juga bisa
membahayakan. Orang-orang yang
‘ambisius’ akhirnya akan tergoda
untuk menempuh cara apapun demi
tercapainya tujuan mereka. Dan orang-
orang yang seperti ini bisa sangat mengerikan. Cara pikirnya akan dikuasai
sedemikian rupa oleh ambisinya itu
sehingga mengalahkan akal sehatnya
sendiri. Bahkan tidak jarang mereka akan
mengorbankan hubungan persaudaraan
dan persahabatan demi tercapainya tujuan tersebut. Orang-orang yang
seperti ini biasanya tidak lagi punya
perasaan yang peka terhadap
lingkungannya. Yang lebih parah lagi,
mereka akan berusaha justru untuk
membuat semua orang di sekitarnya itu harus mengerti dan bisa menerima apa
yang menjadi keinginannya tersebut. Di dalam kehidupan ini kita akan selalu
menemukan ada tipe orang yang seperti
ini. Bahkan sekalipun mereka menyadari
bahwa memang kemampuan mereka
terbatas dan kalah jauh dibandingkan
orang yang mereka anggap sebagai saingan tersebut, mereka tidak akan
perduli. Sebaliknya mereka malah akan
lebih merasa marah dan lebih ingin lagi
menyingkirkan orang-orang tersebut
dengan berbagai cara.

Mereka bahkan akan dengan
‘sukarela’ mencari kesalahan orang
tersebut untuk bisa menjatuhkannya.
Diamat-amatinya cara kerja saingannya
tersebut, bukan untuk dipelajari, namun
untuk dinanti-nanti kapan kejatuhannya terjadi. Dimulai dari persaingan, timbul perasaan
tidak suka, kemudian berlanjut menjadi
permusuhan, dan akhirnya terjadilah
perselisihan dan perpecahan itu. Sobat, hal ini saya temukan dimana-
mana. Bahkan di dalam gereja sekalipun.
Beware!!!! Jangan-jangan tanpa kita
sadari, kita termasuk di dalamnya. Alih-
alih dari memberi yang terbaik buat
Tuhan, kita malah akhirnya mencari kepuasan pribadi dan melayani diri
sendiri. ‘Giving the best’ itu motto pelayanan
saya. Bahkan seringkali saya tidak berani
memberikan harga untuk apa yang saya
kerjakan, karena saya tahu betapa tidak
sempurnanya apa yang saya kerjakan.
Dan betapa jauhnya dengan harga yang Tuhan beri dalam hidup saya.
Keselamatan itu jauh lebih mahal , dan
tidak akan pernah saya bisa
menyamainya. Tapi kalau sekarang saya tiba-tiba
menganggap bahwa pekerjaan saya
sudah jauh melampaui orang-orang
sekitar saya, sepertinya saya harus mulai
dibangunkan dan dibuat tersadar, bahwa
itu masih belum apa-apa. Di atas gunung yang tinggi selalu ada yang lebih tinggi
lagi, dan di atas gunung masih ada langit.
Jadi artinya, kita tidak boleh sombong.
Kita ini bukan apa-apa dan bukan siapa-
siapa. Kalau bukan karena kasih karunia
Tuhan, semua yang kita miliki inipun tidak akan pernah menjadi miliki kita. Kalau demikian, apa yang harus kita
lakukan terhadap hati yang mulai
memanas dan menjadi marah?

Engkau akan menemukan jawaban yang
sebenarnya. Ia ada di sana juga karena
ambisimu yang tidak terkendali. Untuk
itulah Ia dipaku dan disalibkan. Ambisimu
perlu dikendalikan dengan dipaku
bersama tubuh Tuhan. Jika engkau merasa disaingi dan
dikalahkan, jangan engkau menjadi
marah dan menyalahkan semua orang.
Karena ketika engkau berkata mereka
tidak adil, maka sebenarnya engkau
sedang menyalahkan Tuhan dengan ketidak adilan itu. Saya selalu merasa yakin bahwa Tuhan
sungguh turut bekerja di dalam segala
perkara untuk mendatangkan kebaikan.
Begitu juga di dalam setiap pekerjaan dan
kegiatan yang memang dilakukan oleh
anak-anak Tuhan, tentunya Dia turut bekerja. Jika ada orang lain terpilih untuk
satu posisi yang kita anggap penting,
tentunya Dia menginginkannya demikian,
dan Dia menganggap orang itu memang
layak mendudukinya. Yang terpenting adalah kita jangan
berhenti belajar dan terus mau diproses,
supaya pada waktunya, akan tibalah
giliran kita untuk bisa mendapatkan
jabatan yang baik itu. Tuhan tahu persis
waktu yang tepat bagi kita. Dia tidak akan pernah terlambat melaksanakan
rencanaNya dalam hidup kita. Dia tidak
perlu ‘diingatkan’..dan juga tidak
perlu ‘ditolong’ untuk melakukannya. Satu hal yang perlu kita lakukan di
hadapan Tuhan adalah ‘percaya’ saja. Jika hari ini engkau merasa gelisah
melihat proses yang terjadi dalam
hidupmu, dan jika engkau merasa
jawaban yang ada saat ini tidak seperti
yang engkau harapkan, maka periksa
dalam hatimu, apakah engkau masih tetap ‘percaya’ kepada Tuhan? Atau
engkau sudah meninggalkan imanmu
karenanya. Satu hal yang perlu diingatkan, ketika Dia
datang nanti, Dia tidak akan pernah
bertanya apa posisimu dan berapa
tabunganmu, tapi Dia hanya akan
bertanya...’apakah ada iman?”

Sobat, jauh lebih penting kita menjaga
sebuah hubungan dibandingkan dengan
posisi dan jabatan sesaat. Kalau demi
jabatan itu engkau harus kehilangan
semua orang yang engkau kasihi, itu
terlalu mahal harganya. Jika ambisimu akhirnya merusak hubungan yang baik
dengan semua orang, saya sarankan
engkau melepaskannya. Jauh lebih
penting membangun hubungan
dibandingkan semua itu. Oneday engkau
akan mengerti bahwa biar bagaimanapun tingginya posisimu, jika
hal itu engkau dapatkan dengan
mengesampingkan perasaan semua
orang, maka posisimu itu sama sekali
tidak memiliki kekuatan. Tapi sebaliknya,
karena hubungan yang baik dengan semua orang, engkau bisa diangkat ke
sebuah posisi yang tinggi dan jauh lebih
langgeng, karena mereka mendukung
mu dengan sepenuh hati.

Elemen-Elemen Pertumbuhan Iman Kristen

Elemen-Elemen Pertumbuhan Iman Kristen
Seorang Kristen sejati bukan seorang yang
statis dan juga bukan orang yang sempurna.
Seorang Kristen sejati adalah seorang yang
terus berproses. Dari realita menuju ideal yang
Tuhan inginkan. Memahami proses antara
realita di sini dengan ideal di sana kita perlu
mengerti elemen-elemen pertumbuhan. Hal ini
dibicarakan oleh Paulus dalam Ef 1:15-23. Di
dalam Ef 1:15-23 ini, kita menemukan enam
elemen yang menjadi dasar pertumbuhan.
Keenam elemen ini ialah: pertama Iman di
dalam Kristus (ay. 15); kedua, Kasih terhadap
semua orang kudus (ay. 15); ketiga Roh hikmat
(ay. 17); keempat Wahyu (ay. 17); kelima
Pengharapan di dalam panggilan Kristus (ay.
18); keenam Kuasa Kebangkitan Kristus (ay. 19).

Keenam hal ini harus berproses di dalam hidup
kita. Jika keenam elemen ini bertumbuh dengan
baik, itu membuktikan Gereja tersebut sukses.
Penilaian Allah tentang kriteria kesuksesan
Kristen berbeda dengan penilaian manusia.
Kesuksesan Gereja menurut pandangan
manusia seringkali diukur secara mekanis
dengan kriteria yang bisa diukur dan secara
fenomena. Ini terjadi karena kita seringkali
dibentuk oleh format dunia. Contoh, ketika Saul
ditolak oleh Tuhan, maka Tuhan mengutus
Samuel kerumah Isai untuk mengurapi salah
satu anak Isai menjadi raja. Ketika Samuel
melihat anak-anak Isai, kita melihat justru apa
yang dinilai oleh Samuel berbeda dengan
penilaian Tuhan. Samuel melihat apa yang
kelihatan sedangkan Tuhan melihat hati
manusia.

Bagi Samuel Daud tidak cocok menjadi raja
tetapi itulah yang Tuhan pilih. Jadi prinsip
kesuksesan Kristen adalah kembalinya
seseorang di dalam proses yang Tuhan
kehendaki. Kesuksesan Kristen tergantung pada
proses pertumbuhan dari keenam elemen
yang Paulus bicarakan dalam Ef 1:15-23.
Bertumbuh dalam iman, kasih, hikmat, wahyu,
pengharapan, dan di dalam kuasa kebangkitan.
Keenam elemen ini harus bertumbuh di dalam
hati kita. Inilah tanda dari seorang Kristen sejati.
Oleh sebab itu Gereja wajib melakukan semua
daya agar keenam elemen ini bisa bertumbuh.
Hanya dengan demikian orang-orang Kristen
bisa menjadi contoh ditengah dunia. Sekarang
mari kita telusuri mulai dari poin pertama. Di
dalam bagian pertama yang Paulus soroti
adalah iman di dalam Kristus. Hal ini penting
karena prinsip pertumbuhan Kristen di mulai
dari iman kepada Kristus. Ini tidak bisa
diganggu gugat.

Iman merupakan basis dari semua cara
berpikir kita dan kehidupan kita. Di dalam
bidang apapun kita memulainya dengan iman.
Misalnya, seorang ilmuwan sejati dimulai
dengan iman bukan rasio. Ketika kita
mempelajari baik ilmu pengetahuan maupun
filsafat kita akan mulai dengan paradigma.
Paradigma di sini istilah lain untuk iman.
Pengertian paradigma adalah satu set
kepercayaan yang dipegang pertama menjadi
hipotesa untuk melakukan segala sesuatu.
Hipotesa ini sendiri belum dibuktikan
kebenarannya. Tidak ada satu ilmu
pengetahuan yang tidak mulai dengan iman.
Fakta membuktikan kita memulai sesuatu
dengan iman. Sejak dibangku sekolah kita
mulai dengan iman, misalnya 2 + 2 = 4 kita
percaya tanpa ragu. Apa yang guru kita
katakan kita percaya tanpa kita menguji dan
membuktikan kebenarannya. Celakanya
ditengah dunia ini kita berdiri di atas iman yang
diterpa oleh filsafat postmodern yang bersifat
relatif. Apa yang aku percaya dengan yang
kamu percaya, dua hal yang berbeda. Iman ini
bersifat subyektif. Celakanya kondisi ini bukan
hanya dialami oleh orang-orang diluar
Kekristenan.

Hal ini terjadi juga di dalam Kekristenan. Itu
sebabnya kita perlu mengerti iman dengan
benar. Di dalam Ef 1:15, Paulus membicarakan
konsep iman yang menyeluruh. Hari ini kita
akan menelusuri sedikit demi sedikit dalam
kitab Efesus ini. Pertama, Paulus mengatakan,
"iman sejati adalah iman yang harus terkait
dengan Kristus (ay. 15). Jika kita bandingkan
dengan Ef 4:13, maka tujuan hidup kita adalah
sampai kita semua telah mencapai kepenuhan
iman. Iman di sini merupakan satu proses dari
titik awal hingga titik akhir. Di sini Paulus
menuntut kesatuan iman dan pengetahuan
yang benar tentang Anak Allah. Kaitan antara
iman dengan pengertian yang benar tentang
Kristus merupakan dua hal yang tidak bisa
dilepaskan. Pengertian iman jika tidak kembali
kepada Kristus yang sejati berarti bukan iman
Kristen. Di dalam Roma 1, membicarakan
bahwa hidup Kristen dimulai dari iman menuju
kepada iman (Rm 1:16-17). Di sini prinsip
kebenaran Allah dimulai dari iman menuju
kepada iman. Di dalam Why. 2, jemaat Efesus
dipuji karena mereka tidak sembarangan
mempermainkan dan menjual iman mereka
ketika rasul-rasul palsu mencoba
mempengaruhi mereka. Hanya sayang kasih
mereka kemudian luntur. Kedua, iman bukan
sekedar iman yang kembali kepada Kristus dan
pengenalan yang sejati kepada Kristus. Yang
kedua, iman harus mencapai integritas iman.
Iman yang sejati haruslah iman yang
mempengaruhi seluruh pikiran dan hidup kita.
Ketika kita mendengar firman Tuhan seringkali
timbul benturan. Benturan ini merupakan
benturan iman. Kita hanya melihat fenomena
terbenturnya konsep tetapi sebenarnya
terbenturnya akar. Ketika hal ini terjadi kita
mengalami konflik. Akibatnya Iman menjadi
iman yang tidak bersatu.
Iman hanya bersifat permukaan dan iman tidak
menggarap persatuan yang sejati. Padahal
dalam ayat ini, Yesus menuntut kesatuan iman.
Iman sejati harus terimplementasi secara
integritas dan inilah yang dituntut dari kita
setiap orang Kristen. Kita hidup ditengah-
tengah situasi relatif dan subyektif. Dan ini
sangat berpengaruh di dalam Kekristenan
sendiri. Jika imanku dengan imanmu berbeda,
lalu bagaimana? Tidak usah ribut-ribut yang
penting kita bersatu. Disini terjadi
penggabungan namun bukan integrasi yang
sejati. Di sini kelihatannya bersatu namun
belum mencapai kesatuan iman yang
sesungguhnya. Belum kembali kepada
pengenalan Kristus yang sejati. Paulus tegas
sekali dalam hal ini. Pengetahuan iman tentang
Kristus harus dibereskan. Masalahnya, siapa
yang melakukan? Di dalam Ef 4:11-12
jawabannya jelas bahwa setiap orang Kristen
harus menggarap imannya. Pendeta, penginjil,
pengajar, semua Tuhan berikan untuk
memperlengkapi jemaat Tuhan. Gereja yang
sejati adalah Gereja yang mendidik setiap
jemaat untuk belajar firman Tuhan dengan
baik. Gereja yang tidak mendidik setiap jemaat
untuk belajar firman dengan baik berarti Gereja
itu lumpuh. Tugas mengerti firman Tuhan
dengan baik adalah tugas jemaat. Gereja
Reformed Injili berdiri menegakkan firman
Tuhan dan kita tidak main-main. Tuhan
menugaskan kita untuk memperlengkapi diri
supaya kita bisa menjadi alat Tuhan di dalam
pembangunan tubuh Kristus. Setiap orang
Kristen harus mencapai kesatuan iman. Setiap
orang Kristen harus mendapatkan pengetahuan
yang benar tentang anak Allah. Setiap orang
Kristen harus mencapai kedewasaan penuh
dan mencapai kepenuhan yang sesuai dengan
kepenuhan Kristus. Ini yang dituntut dalam
Efesus 4. Ketiga, Iman sejati bukan sekedar
diintegrasikan tetapi iman sejati harus bertahan
di dalam penderitaan dan kesengsaraan.
Ditengah-tengah berbagai macam terpaan
badai dan berbagai iming-iming kemanisan
dunia yang berdosa.

Fakta kedatangan Yesus untuk kedua kalinya

Fakta kedatangan Yesus untuk kedua kalinya
Sail 7 Ocean -  Fakta kedatangan Yesus untuk kedua kalinya

Fakta 1 : Kita Tidak Tahu Kapan Yesus Akan Datang.

 Selama abad yang lampau, berbagai kelompok dan individu menentukan tanggal kedatangan Yesus kedua kali, diantaranya: 1914, 1964, 1988 dan 1994. Selama tahun 90-an, beberapa orang meramalkan bahwa Yesus akan datang pada atau sekitar tahun 2000. namun Yesus berkata, "Tidak ada yang tahu hari atau jamnya, bahkan malaikat disurga, Anakpun tidak, hanya Bapa yang tahu." (Matius 24:36) Jadi, tidak ada gunanya menentukan sendiri tanggal kedatangan Yesus kedua atau bergairah dengan tanggal yang ditentukan orang lain. Bayak orang kecewa setelah tanggal yang ditentukan
berlalu dan tidak ada yang terjadi dan mereka meninggalkan harapan kedatangan Yesus kembali.

Fakta 2 : Kita Bisa Tahu Bahwa kedatangan-Nya Sudah Dekat.

Yesus pernah berkata, karena itu, kita tahu bahwa kedatangan-Nya dekat, seperti tahu musim semi sudah dekat ketika melihat tunas muncul dipohon. (Matius 24:32,33) Dan Ia memberikan beberapa tanda yang dapat kita kenali. Salah satu tandanya adalah mengabarkan Injil keseluruh dunia. "Kabar baik akan kerjaan surga akan diberitakan keseluruh dunia sebagai kesaksian bagi segala bangsa, dan kemudian kesudahan akan tiba." (Matius 24:14) Sebagai manusia kita tidak pernah tahu kapan semua orang didunia berkesempatan mendengar kabar baik tentang Yesus dan tawaran-Nya. Tetapi satu hal sangat nyata - saat ini lebih mudah dibanding masa lalu untuk membagikan kabar baik bagi uamt manusia. Pikirkan: TV, radio, buku, majalah, surat kabar dan sekarang internet dan World Wide Web! Situasi ini memungkinkan seluruh dunia mendengar kabar baik dalam semalaman! Alkitab juga mengatakan bahwa sesaat sebelum Yesus datang, dunia akan kagum dengan spiritualisme dan kamunikasi dengan roh jahat. Contahnya, Yesus berkata sebelum Ia kembali, "Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akanmengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga bila memungkinkan." (Matius 24:24) Dalam ayat serupa di buku Wahyu, Yohanes berkata, "Itulah roh-roh setan yang mengadakan perbuatan-perbuatan
ajaib. Lalu ia mengumpulkan raja-raja didunia untuk perang Armagedon." (Wahyu 16:14-16) Dan Paulus berkata bahwa ketika Yesus datang kembali, Setan akan menunjukkan "rupa-rupa perbuatan ajaib, tanda-tanda dan mujizat-mujizat palsu." (2 Tesalonika 2:9) Sangat menyolok, bahwa saat ini kita melihat kemajuan pesat dibidang New Age dan bentuk-bentuk lain yang menjalin komunikasi dengan orang mati.
Ini merupakan tanda kedatanagn Yesus, dan juga tanda bahwa seharusnya kita tidak menerima mujizat belaka karena ada kuasa supernatural. Setan dapat membuat mujizat dan ia menunjukkan ini untuk menyesatkan manusia.

Fakta 3 : Kedatangan-Nya Akan Menjadi Keajaiban Yang Dapat Disaksikan Umum.

Untuk satu hal,  kedatangan Yesus akan menjadi peristiwa akbar dimuka bumi. Alkitab berkata,
"Setiap mata akan melihatnya." (Wahyu 1:7) dan Yesus sendiri berkata, "sepeti kilat memancar dari sebelah timur melontarkan cahayanya sampai kebarat, demikian pulalah kelak kedatangan Anak Manusia." (Matius 24:27) Tidak hanya kedatangan Yesus yang dapat dilihat, itu juga dapat didengar. Paulus berkata, "dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang- orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah." (1 Tesalonika 4:16) Dan ia memberitahukan Jemaat di Korintus bahwa "terompet akan berbunyi pada kedatangan Yesus yang kedua kali." (1 Korintus 15:52)

Fakta 4 : Ia Akan Datang Di Awan-awan.

Yesus juga berkata bahwa Ia akan datang "di awan- awan di angkasa" (Matius 24:30) suatu fakta yang diulangi beberapa kali di Perjanjian Baru. Sebagai contoh, di buku Wahyu Yohanes menulis, "Lihat, Ia datang di awan-awan." (Wahyu 1:7) Kemudian, dalam menerangkan penglihatan akan kedatangan Yesus kedua, Yohanes berkata, "Dan aku melihat: sesungguhnya, ada suatu awan putih, dan diatas awan itu duduk seorang seperti Anak Manusia dengan sebuah mahkota emas di atas kepala- Nya dan sebilah sabit tajam di tangan- Nya." (Wahyu 14:14)

Fakta 5 : Orang Mati Akan Dibangkitkan.

Yesus berkata, "akan tiba saatnya di mana semua yang berada di kubur akan mendengar
suara-Nya dan bangkit." "Mereka yang melakukan hal-hal baik, akan bangkit dan hidup." (Yohanes 5:28,29) Yesus tidak mengatakan kapan ini akan terjadi, tetapi Paulus menerangkan bahwa ini akan terjadi saat kedatangan-Nya yang kedua. "Tuhan sendiri akan turun dari surga... dan yang mati di dalam Kristus akan pertama dibangkitkan." (1 Tesalonika 4:16) Jadi Anda bisa tahu bahwa semua yang menyatakan bahwa Yesus .... Ia muncul di awan-awan diangkasa dengan suara terompet dan membangkitkan orang mati.

Fakta 6 : Anda Dapat Bersedia.

Bahkan beberapa orang yang berpikir mereka siap untuk kedatanagn Yesus kedua akan menemukan bahwa sebetulnya mereka tidak siap. Ia mengingatkan, "Tidak semua orang yang berkata 'Tuhan, Tuhan' akan masuk kerajaan surga." (Matius 7:21)



Dicky Hardyastari